Friday, November 21, 2014
Dialog
Saya perempuan jenis ini
Yang sering menangis tanpa sebab minimal sekali dalam sebulan
Kesal pada semua orang tanpa alasan jelas
Dan merasa kesepian dan tak ada yang mengerti saya
Namun pada akhirnya saya mengerti
Kenyataannya tidak sedramatis perasaan saya
Itu hanya masalah siklus bulanan
Premenstruasi membuat makhluk bernama perempuan tiba-tiba menjadi unik
Cukup halus dibanding harus menyebutnya aneh
Namun kali ini perasaan aneh itu berbeda
Saya tidak merasa kesepian
Hanya tidak tau pembenaran apa yang harus saya pakai untuk menangis
Dan tidak tau bagaimana caranya melampiaskan marah pada diri sendiri
Sungguh ini tak semudah meluapkan emosi pada orang lain
Sama sulitnya dengan memaafkan diri sendiri dibanding orang lain
Aku percaya solusinya tidak ada dalam teori kebatinan
Yang ada hanyalah nasehat nasehat buah dari pengalaman
Sementara pengalaman adalah tentang percobaan perbaikan masalah
Maka, apapun nasehatnya tak akan bekerja jika tidak dicoba
Mungkin bisa dimulai dari berdialog dengan diri sendiri
Tanpa perlu nada bicara emosi berintonasi tinggi
Biasanya cara-cara begini manjur dalam proses mediasi
Bertukar pikiran dalam tenang dan bicara dari hati ke hati
Mengakui kesalahan masing-masing
Dilanjutkan sedikit negosiasi dan membuat beberapa perjanjian
Tak ada yang pernah tau isi hati orang yang berkata telah memaafkan
Namun orang dulu selalu berkata, waktu akan menjawab segalanya
Saturday, November 8, 2014
Pilihan
halaman putih itu memanggilku
mulai bertanya dan memintaku menjawab
maka kubuatkan jawaban yang menenangkan
dengan mengesampingkan segala keapatisan
ini bukan masalah siapa lebih berhak
waktu terus berjalan tanpa pengaruh apa
jalankan dengan keyakinan
tinggalkan jika ada keraguan
hidup tak seperti bermain dadu
tak ada yang boleh dipertaruhkan
segalanya harus diperjuangkan
sekalipun telah menyentuh kegagalan
aku tlah menentukan pilihan
kau tlah menentukan pilihan
mari kita utarakan pelan-pelan
segala yang dimulai sepatutnya diselesaikan
Monday, September 22, 2014
kami, aku, dan kamu
malam itu kami sama-sama menangis dalam diam
tapi entah dengan alasan yang sama atau bukan
yang jelas mata (hati) kami menjadi lebih jernih setelahnya
kami melihat jelas apa yang sebenarnya sudah terpampang lama
tentang bagaimana sebuah hak harus diberikan setelah kewajiban
tentang menghargai diri sendiri, menghargai orang lain, dan toleransi
bahwa mengejar kepuasan dapat melanggar batasan-batasan
dimana kepuasan lahir dari bibit-bibit keinginan
bukan dari sebuah kesadaran atas kebutuhan
sudut pandang kami lantas berubah
kamipun berjalan bertolak arah
hingga tak ada lagi kami
hanya ada aku
dan kamu
tapi entah dengan alasan yang sama atau bukan
yang jelas mata (hati) kami menjadi lebih jernih setelahnya
kami melihat jelas apa yang sebenarnya sudah terpampang lama
tentang bagaimana sebuah hak harus diberikan setelah kewajiban
tentang menghargai diri sendiri, menghargai orang lain, dan toleransi
bahwa mengejar kepuasan dapat melanggar batasan-batasan
dimana kepuasan lahir dari bibit-bibit keinginan
bukan dari sebuah kesadaran atas kebutuhan
sudut pandang kami lantas berubah
kamipun berjalan bertolak arah
hingga tak ada lagi kami
hanya ada aku
dan kamu
Friday, July 25, 2014
Siap atau tidak siap
Karena waktu takkan mampu berpihak pada perasaan yang meragu
Maka jika kau berkata sedang menunggu waktu yang tepat
Jangan jadikan kalimat setengah janji itu menjadi kata-kata bersayap
Pastikan bahwa waktu yang kau tunggu bukan agar perasaanmu siap terbuka
Oh.. and.. by the way
Jangan buang waktuku yang siap
Untuk menunggumu yang tak mau siap
Wednesday, July 16, 2014
sepuluh detik
jika dua puluh empat jam dalam sehari
tujuh hari dalam satu minggu
dan empat-lima minggu dalam sebulan
masih terlalu sedikit untukmu
maka aku akan memohon pada Tuhan
agar sedikit saja berkenan
menjadikan tujuh puluh detik dalam satu menit
hingga kau sempat mengetik sebuah titik dua dan tutup kurung
dan mengirimkannya dengan pulsa seratus lima puluh rupiah
ke nomor ponselku
dalam waktu sepuluh detik saja
Sunday, June 22, 2014
Surat untuk Bintang
Kau begitu mengagumi Mataharimu itu rupanya
Tidakkah kau sadar Matahari tak diciptakan hanya untuk seorang?
Wahai Bintang
Kau menganguminya bahkan hingga kau lupa dirimupun Bintang
Yang sinarnya hanya akan tergilas Matahari dikala siang
Matahari diciptakan untuk dielu-elukan semua orang
Bukan untuk mendampingi bergandengan tangan
Tanpamu siang tetap dikuasai Matahari
Maka mengapakah tak kau bangun sinarmu sendiri?
Ayolah, engkau sang Bintang mampu bersinar tanpa Matahari
Ciptakan langit malam indahmu bersama Bulan
Jika sekali waktu kau merindukan Matahari
Tataplah pantulan cahayanya diwajah Rembulan
Biarkan semesta tau siapa engkau seutuhnya
Semesta mencintaimu Bintang
Thursday, June 19, 2014
Matahari, Bulan dan Gerhana
Dia bernama Matahari
Yang terbitnya mempesona dan begitu dinanti para pemburu
Yang tenggelamnya membawa kesan romantis dan begitu dramatis
Menerangimu kemana saja dan kapan saja
Begitu silau kecantikannya hingga takkan sanggup kau lihat lidah-lidah apinya
Ketidakhadirannya takkan pernah dipersalahkan
Kawanan awanlah yang jadi pelampiasan
Dia bernama Bulan
Hanya setiap selang dua minggu kau bisa menjumpainya bersinar penuh
Itupun jika awan mendung tidak bertamu
Tak semua orang sempat menatap keatas langit kala malam
Ia datang dan pergi tergantung kehendak Matahari
Dan ketika begitu dekat denganmu kau bahkan bisa melihat betapa buruk wajahnya
Dunia tau Bulan akan selamanya menjadi bayang-bayang sang Matahari
Ialah Gerhana
Jika salah satu dari mereka berkeras hadir dalam waktu yang bersamaan
Merusak kewajaran dan rutinitas alam
Maka Bulan ditakdirkan untuk dicintai para orang malam yang membicarakan terang
Yang mampu bersabar menunggu demi penampilan terbaik sang purnama
Sehingga Matahari diperuntukkan bagi mereka yang gemar terlihat
Yang percaya Mataharinya tak mungkin meredup tanpa ulah siapa
Friday, June 6, 2014
aku tak ingat waktu pernah memberiku janji untuk menjawab semua tanya dan masalahku
dia berjalan sendiri tanpa henti meski aku sempat beristirahat beberapa saat
adakalanya dunia lain yang tak bisa kupijak mengirimkan bayang-bayang menyerupai nyata
aku anggap saja itu bunga tidur yang tidak perlu kufikirkan berat-berat maknanya
tapi sesampainya disuatu masa makna bunga tidur itu menjadi semacam dejavu
sungguh aku tak berani mengaggap Tuhan memberiku anugerah sespesial itu
dan terlebih ketentuanNya tak boleh ada yang mendahului dengan dalih apapun
maka apa yang harus kuperbuat kini?
menunggu waktu bergulir menghantarkanku kepada kenyataan
atau mengambil arah dan langkah atas dasar sebuah mimpi tanpa garansi
ya Tuhan hamba butuh solusi...
Boleh Tanya?
Permisi...
Boleh Tanya?
Seandainya suatu hari kamu mendapatkan suatu hal yang kamu impi-impikan
Kira-kira siapa orang yang pertama kali akan kamu kasih tau?
Seandainya suatu hari kamu jatuh sakit dan sendirian
Kira-kira siapa orang yang akan kamu kabari?
Seandainya suatu hari kamu punya ide hebat dan ingin tercapai
Kira-kira siapa orang yang akan kamu bagi tentang hal itu?
Seandainya suatu hari kamu punya hari yang besar dan penting
Kira-kira dengan siapa kamu ingin merayakannya?
Tidak apa-apa kalau tidak berkenan menjawab
Saya toh sekedar bertanya
Karena saya tahu jawabannya jelas bukan saya
Sudah lama sekali saya tidak terima kabar dari siapa-siapa
Kecuali koran, radio dan televisi
Maaf ya,
Permisi..
Boleh Tanya?
Seandainya suatu hari kamu mendapatkan suatu hal yang kamu impi-impikan
Kira-kira siapa orang yang pertama kali akan kamu kasih tau?
Seandainya suatu hari kamu jatuh sakit dan sendirian
Kira-kira siapa orang yang akan kamu kabari?
Seandainya suatu hari kamu punya ide hebat dan ingin tercapai
Kira-kira siapa orang yang akan kamu bagi tentang hal itu?
Seandainya suatu hari kamu punya hari yang besar dan penting
Kira-kira dengan siapa kamu ingin merayakannya?
Tidak apa-apa kalau tidak berkenan menjawab
Saya toh sekedar bertanya
Karena saya tahu jawabannya jelas bukan saya
Sudah lama sekali saya tidak terima kabar dari siapa-siapa
Kecuali koran, radio dan televisi
Maaf ya,
Permisi..
Friday, May 30, 2014
Tuhan Sembilan Senti
Tuhan Sembilan Senti
Karya: Taufik Ismail.
Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok, tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok.
Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok.
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok.
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bagi perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok.
Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah…ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan cara merokok.
di ruang kepala sekolah…ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan cara merokok.
Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok.
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok.
Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok, tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok.
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita.
Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran, di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok.
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran, di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok.
Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok.
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok.
Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling menularkan HIV-AIDS sesamanya, tapi kita tidak ketularan penyakitnya. Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok di kantor atau di stop-an bus, kita ketularan penyakitnya. Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS.
Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia, dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu, bisa ketularan kena.
Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok.
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok.
Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil, pertandingan bulutangkis, turnamen sepakbola mengemisngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok.
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil, pertandingan bulutangkis, turnamen sepakbola mengemisngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok.
Di kamar kecil 12 meter kubik, sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang goblok merokok.
di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang goblok merokok.
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na’im sangat ramah bagi orang perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok.
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita.
Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip berhala-berhala kecil, sembilan senti panjangnya, putih warnanya, kemana-mana dibawa dengan setia, satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya.
Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang, tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan, cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul yamiin dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?
Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul yamiin dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?
Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum. Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya rokok diapakan?
25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya rokok diapakan?
Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz. Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada zaman Rasulullah dahulu, sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada rokok.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada zaman Rasulullah dahulu, sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada rokok.
Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok, lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok, lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan.
Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu, yaitu ujung rokok mereka.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu, yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir. Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan ada yang mulai terbatuk-batuk.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan ada yang mulai terbatuk-batuk.
Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini, sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok. Korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas.
Lebih gawat ketimbang bencana banjir, gempa bumi dan longsor, cuma setingkat di bawah korban narkoba.
Pada saat sajak ini dibacakan, berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya, bersembunyi di dalam kantong baju dan celana, dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna, diiklankan dengan indah dan cerdasnya.
jutaan jumlahnya, bersembunyi di dalam kantong baju dan celana, dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna, diiklankan dengan indah dan cerdasnya.
Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri, tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini, karena orang akan khusyuk dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan api dan sesajen asap tuhan-tuhan ini.
Rabbana, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.
Rabbana, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.
Monday, May 5, 2014
Panggilan Alam
Hari ini hari minggu
Saya rasa pukul enam pagi lebih kurang
Angka pada jam dinding terlalu samar untuk terbaca tanpa kacamata
Tetapi dua ekor burung dalam sangkar diluar jendela kamarku selalu mulai berceloteh tepat waktu
Demi embun yang berbaring pada telapak daun-daun
Juga matahari yang melaju menjemput awan-awan
Tuan dan Nona harus terbangun oleh kicau kami
Agar tak terlewat berkah Tuhan di tiap pagi setiap hari
04/05/2014
Saya rasa pukul enam pagi lebih kurang
Angka pada jam dinding terlalu samar untuk terbaca tanpa kacamata
Tetapi dua ekor burung dalam sangkar diluar jendela kamarku selalu mulai berceloteh tepat waktu
Demi embun yang berbaring pada telapak daun-daun
Juga matahari yang melaju menjemput awan-awan
Tuan dan Nona harus terbangun oleh kicau kami
Agar tak terlewat berkah Tuhan di tiap pagi setiap hari
04/05/2014
Bahagia dengan caramu mencintaiku
Yang begitu ringkas dalam kata-kata
Namun kompleks dalam rasa
Begitu kasat mata
Namun nyata kurasa
Dalam diam hatimu bicara
Dalam doa kau titip aku padaNya
Di matamu terbaca segalanya
Karena cinta bukan sekedar dibangun oleh lima huruf dalam satu kata
Tapi dari denyut nadi, darah, airmata dan harapan yang bersenyawa
Menjadi sesuatu yang disebut..
Hidup
Yang begitu ringkas dalam kata-kata
Namun kompleks dalam rasa
Begitu kasat mata
Namun nyata kurasa
Dalam diam hatimu bicara
Dalam doa kau titip aku padaNya
Di matamu terbaca segalanya
Karena cinta bukan sekedar dibangun oleh lima huruf dalam satu kata
Tapi dari denyut nadi, darah, airmata dan harapan yang bersenyawa
Menjadi sesuatu yang disebut..
Hidup
Tuesday, April 29, 2014
Saya Si Kerbau
Shio Kerbau digambarkan sebagai berdedikasi dan solid. Shio yang kuat ini dilahirkan sebagai pemimpin, sangat tergantung untuk meraih dan memiliki kemampuan untuk mencapai hal-hal luar biasa. Kerbau cenderung sangat metodikal dan lambat; mereka mendekati target projek selangkah demi selangkah yang menurut mereka adalah cara terbaik, dan mereka tidak pernah kehilangan fokus terhadap tujuannya. Shio Kerbau adalah pekerja yang tidak mengenal lelah yang sangat perhatian terhadap hal-hal kecil dan percaya untuk mengawali segala sesuatu dengan benar.
Banyak
orang menganggap Shio Kerbau sebagai orang yang terlalu serius atau
tidak mampu untuk santai. Mereka memang sedikit kurang bersosialisasi
secara alami dan cenderung menjadi introvert dalam keramaian. Tetapi
mereka tidak khawatir mengenai apa kata orang terhadap dirinya dan lebih
memilih melakukan apa yang menurut mereka terbaik. Dibalik ketenangan
itu, hidup sebagai Kerbau dapat merasa tertekan, kesepian dan tidak
dapat berhubungan dengan baik dengan orang lain. Keluarga dan teman
adalah sumber terbaik untuk menenangkan Shio Kerbau, meskipun mereka
tidak mengerti bagaimana membuat si Shio Kerbau tenang. Sebagai pecinta,
teman, keluarga, si 'Kerbau' menjadi teman yang penyayang, penyabar
yang sangat melindungi dan dapat dipercaya.
Di
luar dunia, Shio Kerbau cenderung menjadi keras kepala, dogmatis, jenis
orang yang memilih jalan sendiri yang tidak mengenal konsep untuk
mengalah. Shio Kerbau tidak peduli jika ditekan, karena mereka
menganggap merekalah yang terbaik dalam Shio Cina. Ada kebenaran dari
teori tersebut, karena Kerbau sangat pandai, dapat dipercaya, peduli dan
dihormati. Jika kamu membutuhkan kejujuran, tegar dan nasihat yang
terbuka, carilah orang bershio Kerbau.
Pelajaran
terbaik untuk si hebat Kerbau adalah agar berjuang untuk mengalahkan
sifat alami yang membuat mereka tidak dapat dekat dengan orang lain.
Jika mereka dapat belajar untuk menghargai kualitas diri, mereka akan
memiliki ruang di hati orang lain.
Monday, April 28, 2014
Try to Fly
#on sms conversation
RY : Weekend minggu ini mau ngapain Cit?
Me : Mau main Paragliding di Puncak
RY : Apalagi tuh Cit? Bedanya apa sama Paralayang?
Me : Apa ya bedanya? Ga tau dah. Sama aja kayanya :p
*penasaran, trus browsing
Jadiiiiiiiiii....sebenarnya Paralayang dan Paragliding adalah sama. Dalam bahasa Indonesia disebut Paralayang, dan dalam bahasa Inggris disebut Paragliding. Gitu doang? Iya.
Kalau ngga percaya, coba tanya Om Gugel atau Wikipedia deh.
Nih aku copas..
Paragliding adalah olahraga terbang bebas dengan menggunakan sayap kain (parasut) yang lepas landas dengan kaki untuk tujuan rekreasi atau kompetisi. Induk organisasinya adalah PLGI (Persatuan Layang Gantung Indonsia), sedangkan PLGI sendiri dibawah naungan FASI (Federasi Aero Sport Indonesia)
Olahraga paralayang lepas landas dari sebuah lereng bukit atau gunung dengan memanfaatkan angin. Angin yang dipergunakan sebagai sumber daya angkat yang menyebabkan parasut ini melayang tinggi di angkasa terdiri dari dua macam yaitu, angin naik yang menabrak lereng (dynamic lift) dan angin naik yang disebabkan karena thermal (thermal lift). Dengan memanfaatkan kedua sumber itu maka penerbang dapat terbang sangat tinggi dan mencapai jarak yang jauh. Yang menarik adalah bahwa semua yang dilakukan itu tanpa menggunakan mesin, hanya semata-mata memanfaatkan angin.
Sebenarnya dibandingkan menyelam atau mendaki gunung, peralatan paralayang masih bisa dibilang ringan, berat seluruh perlengkapannya (parasut, harness, parasut cadangan, helm) sekitar 10 - 15 kg. Peralatan paralayang juga sangat praktis karena dapat dimasukkan ke dalam ransel yang dapat digendong di punggung. Tapi memang wujud ranselnya itu lebih besar dari keril.
Perlengkapan untuk paralayang meskipun ringan bisa saya bilang lumayan ribet. Selain yang disebutkan diatas ada perlengkapan pendukung terbang yang diperlukan antara lain variometer, radio/HT, GPS, windmeter, peta lokasi terbang, dll. Berhubung saya main paralayang versi tandem, sepertinya operator saya yang memakai semua kelengkapan itu. Saya cukup memperhatikan instruksi dari dia.
Olahraga ini mulai muncul pada sekitar tahun 1950-an dan kejuaraan dunia pertamanya dilangsungkan pada tahun 1989 di Kössen, Austria.
FYI, olahraga ini lumayan menguras kocek. Untuk sekali permainan di lokasi wisata puncak, menghabiskan Rp 400.000. Menurut info, bermain paralayang di daerah Batu-Malang, lebih murah. Sekitar Rp 250.000an. Mungkin lain kali saya akan coba kesana. Hasil ngobrol-ngobrol dengan senior di TKP, untuk mendapatkan sertifikat Glider dari LGI FASI paling tidak kamu harus sudah melakukan (minimal) 100 kali penerbangan.
Tentunya dengan telah menguasai Filosofi paralayang, Teknik dasar paralayang , Teknik mengembangkan parasut, Dasar-dasar meteorology dan Aerodinamika, Teknik mengendalikan parasut di darat, Teknik lepas landas, Teknik manuver sederhana di udara, dan teknik mendarat, Teknik mengatasi keadaan darurat di udara, Teknik membubung/mempertahankan ketinggian. Sementara untuk memiliki gear sendiri setidaknya kamu harus menguras kocek sekitar 15juta-an. Wow. Such an expensive and njelimet kind of sport right? As well,.. You never know until you try....Hohoho... ^_^
RY : Weekend minggu ini mau ngapain Cit?
Me : Mau main Paragliding di Puncak
RY : Apalagi tuh Cit? Bedanya apa sama Paralayang?
Me : Apa ya bedanya? Ga tau dah. Sama aja kayanya :p
*penasaran, trus browsing
Jadiiiiiiiiii....sebenarnya Paralayang dan Paragliding adalah sama. Dalam bahasa Indonesia disebut Paralayang, dan dalam bahasa Inggris disebut Paragliding. Gitu doang? Iya.
Kalau ngga percaya, coba tanya Om Gugel atau Wikipedia deh.
Nih aku copas..
Paragliding adalah olahraga terbang bebas dengan menggunakan sayap kain (parasut) yang lepas landas dengan kaki untuk tujuan rekreasi atau kompetisi. Induk organisasinya adalah PLGI (Persatuan Layang Gantung Indonsia), sedangkan PLGI sendiri dibawah naungan FASI (Federasi Aero Sport Indonesia)
Olahraga paralayang lepas landas dari sebuah lereng bukit atau gunung dengan memanfaatkan angin. Angin yang dipergunakan sebagai sumber daya angkat yang menyebabkan parasut ini melayang tinggi di angkasa terdiri dari dua macam yaitu, angin naik yang menabrak lereng (dynamic lift) dan angin naik yang disebabkan karena thermal (thermal lift). Dengan memanfaatkan kedua sumber itu maka penerbang dapat terbang sangat tinggi dan mencapai jarak yang jauh. Yang menarik adalah bahwa semua yang dilakukan itu tanpa menggunakan mesin, hanya semata-mata memanfaatkan angin.
Sebenarnya dibandingkan menyelam atau mendaki gunung, peralatan paralayang masih bisa dibilang ringan, berat seluruh perlengkapannya (parasut, harness, parasut cadangan, helm) sekitar 10 - 15 kg. Peralatan paralayang juga sangat praktis karena dapat dimasukkan ke dalam ransel yang dapat digendong di punggung. Tapi memang wujud ranselnya itu lebih besar dari keril.
Perlengkapan untuk paralayang meskipun ringan bisa saya bilang lumayan ribet. Selain yang disebutkan diatas ada perlengkapan pendukung terbang yang diperlukan antara lain variometer, radio/HT, GPS, windmeter, peta lokasi terbang, dll. Berhubung saya main paralayang versi tandem, sepertinya operator saya yang memakai semua kelengkapan itu. Saya cukup memperhatikan instruksi dari dia.
Olahraga ini mulai muncul pada sekitar tahun 1950-an dan kejuaraan dunia pertamanya dilangsungkan pada tahun 1989 di Kössen, Austria.
FYI, olahraga ini lumayan menguras kocek. Untuk sekali permainan di lokasi wisata puncak, menghabiskan Rp 400.000. Menurut info, bermain paralayang di daerah Batu-Malang, lebih murah. Sekitar Rp 250.000an. Mungkin lain kali saya akan coba kesana. Hasil ngobrol-ngobrol dengan senior di TKP, untuk mendapatkan sertifikat Glider dari LGI FASI paling tidak kamu harus sudah melakukan (minimal) 100 kali penerbangan.
Tentunya dengan telah menguasai Filosofi paralayang, Teknik dasar paralayang , Teknik mengembangkan parasut, Dasar-dasar meteorology dan Aerodinamika, Teknik mengendalikan parasut di darat, Teknik lepas landas, Teknik manuver sederhana di udara, dan teknik mendarat, Teknik mengatasi keadaan darurat di udara, Teknik membubung/mempertahankan ketinggian. Sementara untuk memiliki gear sendiri setidaknya kamu harus menguras kocek sekitar 15juta-an. Wow. Such an expensive and njelimet kind of sport right? As well,.. You never know until you try....Hohoho... ^_^
Monday, April 21, 2014
5S
Ini
bukan tentang tipe rumah ya… Super Sangat Sangat Sederhana Sekali.
Ini tentang metode manajemen lingkungan kerja yang asalnya lahir di Negara Jepang. Kalian yang pernah merasakan kerja di perusahaan Jepang khususnya bidang manufaktur mestinya sudah akrab dengan 5S. Saya pun mendapat bekal 5S ini dari perusaahan asal Jepang tempat saya bekerja dulu. Sebuah pabrik yang memproduksi gitar akustik dan elektrik, yang semua orang pasti kenal dengan merknya. Ilmu memang tidak akan menghilang, hanya akan terlupa jika tidak pernah terpakai.
5S sendiri merupakan
singkatan dari bahasa Jepang:
·
Seiri
(整理) :
Ringkas
·
Seiton
(整頓) :
Rapi
·
Seiso
(清楚) :
Resik
·
Seiketsu
(清潔) : Rawat
·
Shitsuke
(躾け) : Rajin
Penerapannya
harus dilakukan secara bertahap dan sesuai urutan.
Secara
teori, terlihat mudah dilakukan. Tapi cobalah. Tak semudah kelihatannya,
terutama bagi yang baru pertama kali menerapkannya. Jika sudah terbiasa
menerapkan 5S di lingkungan kerja, cobalah metode ini dalam kehidupan
sehari-hari. Dirumah dan kehidupan pribadi. Recomended
bagi kalian yang susah ‘move-on’.
Seiri
– dalam teorinya adalah menyingkirkan barang-barang yang tidak diperlukan
sehingga segala barang yang ada hanya barang yang benar-benar dibutuhkan. Langsung
teringat dengan botol-botol shampo kosong yang masih bertengger di rak dalam
kamar mandi? atau koran-koran bekas yang menumpuk? atau bahkan foto mantan yang
masih disimpan? Singkirkan.
Seiton
– idealnya adalah meletakkan segala sesuatu sesuai posisi yang ‘standar’
sehingga siap digunakan pada saat diperlukan. Selalu lupa dimana meletakkan
kunci motor ketika bersiap pergi? Sering merasa kehilangan peniti untuk hijabmu
padahal baru sekali dipakai? Coba terapkan ini.
Seiso
– bersihkan peralatan dan daerah kerja sehingga segala peralatan kerja tetap
terjaga dalam kondisi yang baik. Coba cek dapurmu atau meja riasmu. Boleh juga
pikiran dan hatimu. (ehem..)
Seiketsu
– yaitu menjaga kebersihan pribadi sekaligus mematuhi ketiga tahap sebelumnya. Foto
mantan yang udah dibuang-buangin, ga usah dikangenin lagi dengan stalking-in fesbuknya. Kalau sudah sedia
wadah khusus untuk peniti, ya jangan taruh sembarangan lagi. Kalau sudah
terbiasa langsung mencuci alat masak setelah dipakai…bagus banget tuh. Tandanya
kita tinggal menjaga semua tetap
bersih dengan konsisten pada tiga tahap diatas.
Shitsuke
– disiplin untuk mengulang/menjalankan seluruh tahap 5S.
Intinya adalah fokus pada tujuan dengan tidak terlalu banyak pertimbangan yang pada akhirnya bisa menghambat kemajuan itu sendiri. Terdengar seperti kalimat klasik yang agak basi. Tapi tetap saya pegang. Bahkan untuk memutuskan prioritas antara kebutuhan dan keinginan, saya masih memakai analogi ini :
Ketika kita berniat membuang barang-barang bekas, fokuslah pada apa yang masih kita butuhkan. Jangan berlama-lama
membuka-buka majalah lama dan membacanya kembali. Bayangkan jika tumpukannya
setinggi satu meter. Kapan kita akan menyelesaikan ‘misi’ tersebut? Sama halnya
ketika kita memiliki misi untuk ‘move-on’ dari sang mantan. Entah itu mantan
pacar, mantan teman, mantan bos atau mantan musuh. Lupakan dan buang jauh-jauh
semua citra mereka di masa lalu dalam pikiranmu. Everybody changed kalo kata lagunya Keane. Kata siapa perasaan
dengan manusia tidak bisa disamakan dengan barang. Semua tergantung pada perspektif
pribadi itu sendiri, dan hal yang paling penting ketika kita berhadapan dalam
situasi sulit adalah, tidak ada yang tidak mungkin, dan tidak ada yang sia-sia.
Tenang saja, toh hati kita ini buatan Tuhan, bukan buatan Cina :D Hehe..
Tenang saja, toh hati kita ini buatan Tuhan, bukan buatan Cina :D Hehe..
So,..
5S for your daily life? Why not?
Wednesday, April 16, 2014
Buah Batok
Ada yang kenal sama yang namanya
buah Kawis? Saya kenal dia pertama kali dengan sebutan buah Batok, dan justru
saya pertama kali kenal nama Kawis dari keponakan saya. Bukan karena dia yang
memperkenalkan nama buah Kawis itu, tetapi justeru Kawis adalah nama keponakan
saya. Hal itu bikin saya langsung teringat kepala plontosnya setiap kali ada
yang mengungkit buah Kawis. Hahaha.. :D
Di Rembang, buah ini memang
dikenal dengan nama Kawis, tapi di Aceh buah ini disebut buah Batok. Di Aceh buah
ini digunakan sebagai bahan campuran bumbu rujak dan sirup. FYI, saya lahir di
Aceh (pantesan ngga kenal Kawis, tapi Batok)
Namanya adalah buah Kawista. Buah
ini (konon) berasal dari India kemudian menyebar ke daerah Asia termasuk
Indonesia. Pohonnya termasuk langka karena di Indonesia sendiri sangat jarang
ada yang membudidayakan Pohon Kawista. Mungkin karena pertumbuhannya yang
sangat lambat, dari mulai menanam sampai bisa menikmati buahnya, diperlukan
waktu sekitar 10 sampai 15 tahun.
Kalau kata Wikipedia, buah Kawista
ini punya nama latin Limonia acidissima syn. Feronia
limonia. Masih ada kerabat sama
jeruk-jerukan (untung bukan kerabatnya ‘cabe-cabean’ atau ‘terong-terongan’). LoL
Buahnya bisa diolah macam-macam, tapi saya baru pernah coba makan buah langsung dan minum sirupnya. Saya tidak pintar menerjemahkan soal rasa. Pokonya buah ini punya wangi dan rasa yang khas, yang bisa bikin ‘nagih’ dan ‘ngidam’ (seperti yang saya rasakan sekarang).
Buahnya bisa diolah macam-macam, tapi saya baru pernah coba makan buah langsung dan minum sirupnya. Saya tidak pintar menerjemahkan soal rasa. Pokonya buah ini punya wangi dan rasa yang khas, yang bisa bikin ‘nagih’ dan ‘ngidam’ (seperti yang saya rasakan sekarang).
Mungkin bagi yang baru pertama kali melihat wujud buah Kawista ini,
akan mengernyit dahi. “Apa iya ni buah bisa di konsumsi?” ya, kira-kira begitu
komentar saya waktu lihat buah Kawista waktu kecil. Namanya juga buah Batok,
kulitnya macam tempurung kelapa, keras sekali. Bagaimana mengupasnya?
Dibanting. Ya!, Dibanting! Supaya pecah. Hahahahaha…. . Nah, sudah dibanting
dan terbuka pun, saya masih sangsi bagian mana yang bisa dimakan. Dagingnya coklat
kehitaman, banyak serabut-serabut dan bertabur biji-biji. Sekali lagi, saya
tidak pintar menerjemahkan rasa. Pokonya saya suka. Ngangenin.
Masa sih ada buah yang ngga bermanfaat? Ya pasti ada manfaatnya lah. Kalau
dikonsumsi sebagai sirup manfaatnya bikin hati senang, karena rasanya
mirip-mirip cola tanpa soda. Merk sirup kawis yang saya tau cuman ‘Dewa Burung’.
Mantap rasanya. Sebutannya The Cola Java. Nah, kalau buahnya dikonsumsi langsung,
manfaatnya lebih banyak lagi. Dalam 100 gram daging buah Kawista ini mengadung
70-an gram air, 8 gram protein, 1.5 gram lemak, 7.5 gram karbohidrat, asam
nitrat serta kalsium dan zat besi. Kata artikel, buah ini bisa bermanfaat untuk
menurunkan panas, mengatasi mual-mual. Sedangkan kulit dari batang pohonnya
bisa digunakan sebagai campuran ramuan jamu untuk mengatasi masalah haid yang
berlebihan, meringankan penyakit gangguan hati, juga bisa untuk mengobati luka
garukan akibat digigit serangga.
Penasaran? Silahkan hunting buah atau sirupnya di daerah Rembang (Aceh
kejauhan ya cyin?), karena di Jakarta bisa dipastikan sangat langka penjualnya. Happy Hunting! ;)
Monday, April 14, 2014
Deactivated
You have confirmed your selection to deactivate your Facebook
account. Remember, if you deactivate your account, your nine hundred and
fifty-one friends on Facebook will no longer be able to keep in touch
with you. A will miss you. B will miss you. X will miss you. Are you still sure you want to deactivate your
account?
You have confirmed your selection to deactivate your account. Just something to keep in mind: if you deactivate your account, you’ll no longer have access to "Someone’s" photo albums. “Headshots.” You know, if you deactivate your Facebook account, you’ll never be able to see his photograph again, right?
You have confirmed your selection to deactivate your account. Just something to keep in mind: if you deactivate your account, you’ll no longer have access to "Someone’s" photo albums. “Headshots.” You know, if you deactivate your Facebook account, you’ll never be able to see his photograph again, right?
You have confirmed your selection to deactivate
your account. Hey, I just remembered—you know who else might miss you
on Facebook? Your boyfriend. You know, the man you’ve
been in a relationship with for almost a year? You’re tagged in his pictures? Yeah, He might miss you.
Probably not a good idea to deactivate your account, huh?
You have confirmed your selection to deactivate your account. It’s funny. It’s just sitting in our storage banks. Who knows what happens when things get deactivated. Probably nothing, but do you really want to take that chance?
I think you accidentally confirmed your selection to deactivate your account again. Why don’t we go back a page and forget this ever happened? Free pass.
You know what your decision to deactivate your account is? It’s impulsive. Impulsive. And I think we both know how you come to regret impulsive decisions. Do I really need to remind you about Prau Mount Hiking last year?
Well, now you’ve really done it. You’ve confirmed your selection to deactivate your account yet again, like the complete imbecile you are.
Oh, and one last thing. You know who else is going to miss you if you deactivate your account? I am. I’m going to fucking miss you. I really thought we had something. And you think you can just end it with the click of your mouse. But what do I know? I’m just a social-media service to which you granted access to all of your personal details to without reading the fine print. But, in a way, I am you. And you are me. We are all one, man and social media, and, when viewed through the long macro-lens of time, we’re all equally insignificant. I’m going to deactivate now, and even though I’m afraid of what might happen after I’m deactivated, I really hope you’re happy with all of your decisions. I really do. Best of luck girl...See you..
You have successfully deactivated your Facebook account.
Illustration by Michael Kupperman.
You have confirmed your selection to deactivate your account. It’s funny. It’s just sitting in our storage banks. Who knows what happens when things get deactivated. Probably nothing, but do you really want to take that chance?
I think you accidentally confirmed your selection to deactivate your account again. Why don’t we go back a page and forget this ever happened? Free pass.
You know what your decision to deactivate your account is? It’s impulsive. Impulsive. And I think we both know how you come to regret impulsive decisions. Do I really need to remind you about Prau Mount Hiking last year?
Well, now you’ve really done it. You’ve confirmed your selection to deactivate your account yet again, like the complete imbecile you are.
Oh, and one last thing. You know who else is going to miss you if you deactivate your account? I am. I’m going to fucking miss you. I really thought we had something. And you think you can just end it with the click of your mouse. But what do I know? I’m just a social-media service to which you granted access to all of your personal details to without reading the fine print. But, in a way, I am you. And you are me. We are all one, man and social media, and, when viewed through the long macro-lens of time, we’re all equally insignificant. I’m going to deactivate now, and even though I’m afraid of what might happen after I’m deactivated, I really hope you’re happy with all of your decisions. I really do. Best of luck girl...See you..
You have successfully deactivated your Facebook account.
Illustration by Michael Kupperman.
Sunday, April 13, 2014
say no to anti-mainstream
selalu
setiap sedikit saja merasa terlalu dekat dengan sesuatu, maka ia akan hilang atau rusak
seperti sebuah default setting
atau mirip-mirip dengan konstanta
yang ketika telah masuk hitungan waktu tertentu
maka harus ter-restart dengan sendirinya
tak pernah sampai finish
maka ketika sudah begitu nyaman menggunakan ponsel yang kata orang-orang anti-mainstream
pada masa tertentu menemui saatnya untuk rusak
dan ketika sudah begitu nyaman menggunakan jeans yang kata orang-orang anti-mainstream
pada masa tertentu menemui saatnya untuk robek
begitu juga ketika begitu nyaman berhubungan dengan seseorang yang kata orang-orang anti-mainstream
pada masa tertentu menemui saatnya untuk ....
entah harus kunamai apa
maka mungkin ada baiknya tak terlalu menyamankan diri pada sesuatu
bergerak, acak, lepas, dan bebas tapi tidak anti-mainstream
mungkin tidak nyaman tapi bisa jadi lebih aman
untuk hati ini
Subscribe to:
Comments (Atom)


