Thursday, June 19, 2014

Matahari, Bulan dan Gerhana


Dia bernama Matahari
Yang terbitnya mempesona dan begitu dinanti para pemburu
Yang tenggelamnya membawa kesan romantis dan begitu dramatis
Menerangimu kemana saja dan kapan saja
Begitu silau kecantikannya hingga takkan sanggup kau lihat lidah-lidah apinya
Ketidakhadirannya takkan pernah dipersalahkan
Kawanan awanlah yang jadi pelampiasan

Dia bernama Bulan
Hanya setiap selang dua minggu kau bisa menjumpainya bersinar penuh
Itupun jika awan mendung tidak bertamu
Tak semua orang sempat menatap keatas langit kala malam
Ia datang dan pergi tergantung kehendak Matahari
Dan ketika begitu dekat denganmu kau bahkan bisa melihat betapa buruk wajahnya
Dunia tau Bulan akan selamanya menjadi bayang-bayang sang Matahari

Ialah Gerhana
Jika salah satu dari mereka berkeras hadir dalam waktu yang bersamaan
Merusak kewajaran dan rutinitas alam
Maka Bulan ditakdirkan untuk dicintai para orang malam yang membicarakan terang
Yang mampu bersabar menunggu demi penampilan terbaik sang purnama
Sehingga Matahari diperuntukkan bagi mereka yang gemar terlihat
Yang percaya Mataharinya tak mungkin meredup tanpa ulah siapa

No comments:

Post a Comment