Wednesday, April 16, 2014

Buah Batok



Ada yang kenal sama yang namanya buah Kawis? Saya kenal dia pertama kali dengan sebutan buah Batok, dan justru saya pertama kali kenal nama Kawis dari keponakan saya. Bukan karena dia yang memperkenalkan nama buah Kawis itu, tetapi justeru Kawis adalah nama keponakan saya. Hal itu bikin saya langsung teringat kepala plontosnya setiap kali ada yang mengungkit buah Kawis. Hahaha.. :D 

Di Rembang, buah ini memang dikenal dengan nama Kawis, tapi di Aceh buah ini disebut buah Batok. Di Aceh buah ini digunakan sebagai bahan campuran bumbu rujak dan sirup. FYI, saya lahir di Aceh (pantesan ngga kenal Kawis, tapi Batok)

Namanya adalah buah Kawista. Buah ini (konon) berasal dari India kemudian menyebar ke daerah Asia termasuk Indonesia. Pohonnya termasuk langka karena di Indonesia sendiri sangat jarang ada yang membudidayakan Pohon Kawista. Mungkin karena pertumbuhannya yang sangat lambat, dari mulai menanam sampai bisa menikmati buahnya, diperlukan waktu sekitar 10 sampai 15 tahun. 

Kalau kata Wikipedia, buah Kawista ini punya nama latin Limonia acidissima syn. Feronia limonia. Masih ada kerabat sama jeruk-jerukan (untung bukan kerabatnya ‘cabe-cabean’ atau ‘terong-terongan’). LoL
Buahnya bisa diolah macam-macam, tapi saya baru pernah coba makan buah langsung dan minum sirupnya. Saya tidak pintar menerjemahkan soal rasa. Pokonya buah ini punya wangi dan rasa yang khas, yang bisa bikin ‘nagih’ dan ‘ngidam’ (seperti yang saya rasakan sekarang).

Mungkin bagi yang baru pertama kali melihat wujud buah Kawista ini, akan mengernyit dahi. “Apa iya ni buah bisa di konsumsi?” ya, kira-kira begitu komentar saya waktu lihat buah Kawista waktu kecil. Namanya juga buah Batok, kulitnya macam tempurung kelapa, keras sekali. Bagaimana mengupasnya? Dibanting. Ya!, Dibanting! Supaya pecah. Hahahahaha…. . Nah, sudah dibanting dan terbuka pun, saya masih sangsi bagian mana yang bisa dimakan. Dagingnya coklat kehitaman, banyak serabut-serabut dan bertabur biji-biji. Sekali lagi, saya tidak pintar menerjemahkan rasa. Pokonya saya suka. Ngangenin.

Masa sih ada buah yang ngga bermanfaat? Ya pasti ada manfaatnya lah. Kalau dikonsumsi sebagai sirup manfaatnya bikin hati senang, karena rasanya mirip-mirip cola tanpa soda. Merk sirup kawis yang saya tau cuman ‘Dewa Burung’. Mantap rasanya. Sebutannya The Cola Java. Nah, kalau buahnya dikonsumsi langsung, manfaatnya lebih banyak lagi. Dalam 100 gram daging buah Kawista ini mengadung 70-an gram air, 8 gram protein, 1.5 gram lemak, 7.5 gram karbohidrat, asam nitrat serta kalsium dan zat besi. Kata artikel, buah ini bisa bermanfaat untuk menurunkan panas, mengatasi mual-mual. Sedangkan kulit dari batang pohonnya bisa digunakan sebagai campuran ramuan jamu untuk mengatasi masalah haid yang berlebihan, meringankan penyakit gangguan hati, juga bisa untuk mengobati luka garukan akibat digigit serangga. 

Penasaran? Silahkan hunting buah atau sirupnya di daerah Rembang (Aceh kejauhan ya cyin?), karena di Jakarta bisa dipastikan sangat langka penjualnya. Happy Hunting! ;) 


No comments:

Post a Comment