Ini
bukan tentang tipe rumah ya… Super Sangat Sangat Sederhana Sekali.
Ini tentang metode manajemen lingkungan kerja yang asalnya lahir di Negara Jepang. Kalian yang pernah merasakan kerja di perusahaan Jepang khususnya bidang manufaktur mestinya sudah akrab dengan 5S. Saya pun mendapat bekal 5S ini dari perusaahan asal Jepang tempat saya bekerja dulu. Sebuah pabrik yang memproduksi gitar akustik dan elektrik, yang semua orang pasti kenal dengan merknya. Ilmu memang tidak akan menghilang, hanya akan terlupa jika tidak pernah terpakai.
5S sendiri merupakan
singkatan dari bahasa Jepang:
·
Seiri
(整理) :
Ringkas
·
Seiton
(整頓) :
Rapi
·
Seiso
(清楚) :
Resik
·
Seiketsu
(清潔) : Rawat
·
Shitsuke
(躾け) : Rajin
Penerapannya
harus dilakukan secara bertahap dan sesuai urutan.
Secara
teori, terlihat mudah dilakukan. Tapi cobalah. Tak semudah kelihatannya,
terutama bagi yang baru pertama kali menerapkannya. Jika sudah terbiasa
menerapkan 5S di lingkungan kerja, cobalah metode ini dalam kehidupan
sehari-hari. Dirumah dan kehidupan pribadi. Recomended
bagi kalian yang susah ‘move-on’.
Seiri
– dalam teorinya adalah menyingkirkan barang-barang yang tidak diperlukan
sehingga segala barang yang ada hanya barang yang benar-benar dibutuhkan. Langsung
teringat dengan botol-botol shampo kosong yang masih bertengger di rak dalam
kamar mandi? atau koran-koran bekas yang menumpuk? atau bahkan foto mantan yang
masih disimpan? Singkirkan.
Seiton
– idealnya adalah meletakkan segala sesuatu sesuai posisi yang ‘standar’
sehingga siap digunakan pada saat diperlukan. Selalu lupa dimana meletakkan
kunci motor ketika bersiap pergi? Sering merasa kehilangan peniti untuk hijabmu
padahal baru sekali dipakai? Coba terapkan ini.
Seiso
– bersihkan peralatan dan daerah kerja sehingga segala peralatan kerja tetap
terjaga dalam kondisi yang baik. Coba cek dapurmu atau meja riasmu. Boleh juga
pikiran dan hatimu. (ehem..)
Seiketsu
– yaitu menjaga kebersihan pribadi sekaligus mematuhi ketiga tahap sebelumnya. Foto
mantan yang udah dibuang-buangin, ga usah dikangenin lagi dengan stalking-in fesbuknya. Kalau sudah sedia
wadah khusus untuk peniti, ya jangan taruh sembarangan lagi. Kalau sudah
terbiasa langsung mencuci alat masak setelah dipakai…bagus banget tuh. Tandanya
kita tinggal menjaga semua tetap
bersih dengan konsisten pada tiga tahap diatas.
Shitsuke
– disiplin untuk mengulang/menjalankan seluruh tahap 5S.
Intinya adalah fokus pada tujuan dengan tidak terlalu banyak pertimbangan yang pada akhirnya bisa menghambat kemajuan itu sendiri. Terdengar seperti kalimat klasik yang agak basi. Tapi tetap saya pegang. Bahkan untuk memutuskan prioritas antara kebutuhan dan keinginan, saya masih memakai analogi ini :
Ketika kita berniat membuang barang-barang bekas, fokuslah pada apa yang masih kita butuhkan. Jangan berlama-lama
membuka-buka majalah lama dan membacanya kembali. Bayangkan jika tumpukannya
setinggi satu meter. Kapan kita akan menyelesaikan ‘misi’ tersebut? Sama halnya
ketika kita memiliki misi untuk ‘move-on’ dari sang mantan. Entah itu mantan
pacar, mantan teman, mantan bos atau mantan musuh. Lupakan dan buang jauh-jauh
semua citra mereka di masa lalu dalam pikiranmu. Everybody changed kalo kata lagunya Keane. Kata siapa perasaan
dengan manusia tidak bisa disamakan dengan barang. Semua tergantung pada perspektif
pribadi itu sendiri, dan hal yang paling penting ketika kita berhadapan dalam
situasi sulit adalah, tidak ada yang tidak mungkin, dan tidak ada yang sia-sia.
Tenang saja, toh hati kita ini buatan Tuhan, bukan buatan Cina :D Hehe..
Tenang saja, toh hati kita ini buatan Tuhan, bukan buatan Cina :D Hehe..
So,..
5S for your daily life? Why not?

No comments:
Post a Comment