Tuesday, April 29, 2014

Saya Si Kerbau


Shio Kerbau digambarkan sebagai berdedikasi dan solid. Shio yang kuat ini dilahirkan sebagai pemimpin, sangat tergantung untuk meraih dan memiliki kemampuan untuk mencapai hal-hal luar biasa. Kerbau cenderung sangat metodikal dan lambat; mereka mendekati target projek selangkah demi selangkah yang menurut mereka adalah cara terbaik, dan mereka tidak pernah kehilangan fokus terhadap tujuannya. Shio Kerbau adalah pekerja yang tidak mengenal lelah yang sangat perhatian terhadap hal-hal kecil dan percaya untuk mengawali segala sesuatu dengan benar.
 
Banyak orang menganggap Shio Kerbau sebagai orang yang terlalu serius atau tidak mampu untuk santai. Mereka memang sedikit kurang bersosialisasi secara alami dan cenderung menjadi introvert dalam keramaian. Tetapi mereka tidak khawatir mengenai apa kata orang terhadap dirinya dan lebih memilih melakukan apa yang menurut mereka terbaik. Dibalik ketenangan itu, hidup sebagai Kerbau dapat merasa tertekan, kesepian dan tidak dapat berhubungan dengan baik dengan orang lain. Keluarga dan teman adalah sumber terbaik untuk menenangkan Shio Kerbau, meskipun mereka tidak mengerti bagaimana membuat si Shio Kerbau tenang. Sebagai pecinta, teman, keluarga, si 'Kerbau' menjadi teman yang penyayang, penyabar yang sangat melindungi dan dapat dipercaya.

Di luar dunia, Shio Kerbau cenderung menjadi keras kepala, dogmatis, jenis orang yang memilih jalan sendiri yang tidak mengenal konsep untuk mengalah. Shio Kerbau tidak peduli jika ditekan, karena mereka menganggap merekalah yang terbaik dalam Shio Cina. Ada kebenaran dari teori tersebut, karena Kerbau sangat pandai, dapat dipercaya, peduli dan dihormati. Jika kamu membutuhkan kejujuran, tegar dan nasihat yang terbuka, carilah orang bershio Kerbau.

Pelajaran terbaik untuk si hebat Kerbau adalah agar berjuang untuk mengalahkan sifat alami yang membuat mereka tidak dapat dekat dengan orang lain. Jika mereka dapat belajar untuk menghargai kualitas diri, mereka akan memiliki ruang di hati orang lain.

Monday, April 28, 2014

Try to Fly

#on sms conversation
RY : Weekend minggu ini mau ngapain Cit?
Me : Mau main Paragliding di Puncak
RY : Apalagi tuh Cit? Bedanya apa sama Paralayang?
Me : Apa ya bedanya? Ga tau dah. Sama aja kayanya :p
*penasaran, trus browsing

Jadiiiiiiiiii....sebenarnya Paralayang dan Paragliding  adalah sama. Dalam bahasa Indonesia disebut Paralayang, dan dalam bahasa Inggris disebut Paragliding. Gitu doang? Iya.
Kalau ngga percaya, coba tanya Om Gugel atau Wikipedia deh.

Nih aku copas..

Paragliding adalah olahraga terbang bebas dengan menggunakan sayap kain (parasut) yang lepas landas dengan kaki untuk tujuan rekreasi atau kompetisi. Induk organisasinya adalah PLGI (Persatuan Layang Gantung Indonsia), sedangkan PLGI sendiri dibawah naungan FASI (Federasi Aero Sport Indonesia)
Olahraga paralayang lepas landas dari sebuah lereng bukit atau gunung dengan memanfaatkan angin. Angin yang dipergunakan sebagai sumber daya angkat yang menyebabkan parasut ini melayang tinggi di angkasa terdiri dari dua macam yaitu, angin naik yang menabrak lereng (dynamic lift) dan angin naik yang disebabkan karena thermal (thermal lift). Dengan memanfaatkan kedua sumber itu maka penerbang dapat terbang sangat tinggi dan mencapai jarak yang jauh. Yang menarik adalah bahwa semua yang dilakukan itu tanpa menggunakan mesin, hanya semata-mata memanfaatkan angin.

Sebenarnya dibandingkan menyelam atau mendaki gunung, peralatan paralayang masih bisa dibilang ringan, berat seluruh perlengkapannya (parasut, harness, parasut cadangan, helm) sekitar 10 - 15 kg. Peralatan paralayang juga sangat praktis karena dapat dimasukkan ke dalam ransel yang dapat digendong di punggung. Tapi memang wujud ranselnya itu lebih besar dari keril.
Perlengkapan untuk paralayang meskipun ringan bisa saya bilang lumayan ribet. Selain yang disebutkan diatas ada perlengkapan pendukung terbang yang diperlukan antara lain variometer, radio/HT, GPS, windmeter, peta lokasi terbang, dll. Berhubung saya main paralayang versi tandem, sepertinya operator saya yang memakai semua kelengkapan itu. Saya cukup memperhatikan instruksi dari dia.
Olahraga ini mulai muncul pada sekitar tahun 1950-an dan kejuaraan dunia pertamanya dilangsungkan pada tahun 1989 di Kössen, Austria.
FYI, olahraga ini lumayan menguras kocek. Untuk sekali permainan di lokasi wisata puncak, menghabiskan Rp 400.000. Menurut info, bermain paralayang di daerah Batu-Malang, lebih murah. Sekitar Rp 250.000an. Mungkin lain kali saya akan coba kesana. Hasil ngobrol-ngobrol dengan senior di TKP, untuk mendapatkan sertifikat Glider dari LGI FASI paling tidak kamu harus sudah melakukan (minimal) 100 kali penerbangan.
Tentunya dengan telah menguasai Filosofi paralayang, Teknik dasar paralayang , Teknik mengembangkan parasut, Dasar-dasar meteorology dan Aerodinamika, Teknik mengendalikan parasut di darat, Teknik lepas landas, Teknik manuver sederhana di udara, dan teknik mendarat, Teknik mengatasi keadaan darurat di udara, Teknik membubung/mempertahankan ketinggian. Sementara untuk memiliki gear sendiri setidaknya kamu harus menguras kocek sekitar 15juta-an. Wow. Such an expensive and njelimet kind of sport right? As well,.. You never know until you try....Hohoho... ^_^




Monday, April 21, 2014

5S


 
Ini bukan tentang tipe rumah ya… Super Sangat Sangat Sederhana Sekali.

Ini tentang metode manajemen lingkungan kerja yang asalnya lahir di Negara Jepang. Kalian yang pernah merasakan kerja di perusahaan Jepang khususnya bidang manufaktur mestinya sudah akrab dengan 5S. Saya pun mendapat bekal 5S ini dari perusaahan asal Jepang tempat saya bekerja dulu. Sebuah pabrik yang memproduksi gitar akustik dan elektrik, yang semua orang pasti kenal dengan merknya. Ilmu memang tidak akan menghilang, hanya akan terlupa jika tidak pernah terpakai.

5S sendiri merupakan singkatan dari bahasa Jepang:
·         Seiri ()                 : Ringkas
·         Seiton ()               : Rapi
·         Seiso ()                : Resik
·         Seiketsu ()           : Rawat
·         Shitsuke ()           : Rajin

Penerapannya harus dilakukan secara bertahap dan sesuai urutan.
Secara teori, terlihat mudah dilakukan. Tapi cobalah. Tak semudah kelihatannya, terutama bagi yang baru pertama kali menerapkannya. Jika sudah terbiasa menerapkan 5S di lingkungan kerja, cobalah metode ini dalam kehidupan sehari-hari. Dirumah dan kehidupan pribadi. Recomended bagi kalian yang susah ‘move-on’.

Seiri – dalam teorinya adalah menyingkirkan barang-barang yang tidak diperlukan sehingga segala barang yang ada hanya barang yang benar-benar dibutuhkan. Langsung teringat dengan botol-botol shampo kosong yang masih bertengger di rak dalam kamar mandi? atau koran-koran bekas yang menumpuk? atau bahkan foto mantan yang masih disimpan? Singkirkan.

Seiton – idealnya adalah meletakkan segala sesuatu sesuai posisi yang ‘standar’ sehingga siap digunakan pada saat diperlukan. Selalu lupa dimana meletakkan kunci motor ketika bersiap pergi? Sering merasa kehilangan peniti untuk hijabmu padahal baru sekali dipakai? Coba terapkan ini.

Seiso – bersihkan peralatan dan daerah kerja sehingga segala peralatan kerja tetap terjaga dalam kondisi yang baik. Coba cek dapurmu atau meja riasmu. Boleh juga pikiran dan hatimu. (ehem..)

Seiketsu – yaitu menjaga kebersihan pribadi sekaligus mematuhi ketiga tahap sebelumnya. Foto mantan yang udah dibuang-buangin, ga usah dikangenin lagi dengan stalking-in fesbuknya. Kalau sudah sedia wadah khusus untuk peniti, ya jangan taruh sembarangan lagi. Kalau sudah terbiasa langsung mencuci alat masak setelah dipakai…bagus banget tuh. Tandanya kita tinggal menjaga semua tetap bersih dengan konsisten pada tiga tahap diatas.

Shitsuke – disiplin untuk mengulang/menjalankan seluruh tahap 5S.

Simpel kan?

Intinya adalah fokus pada tujuan dengan tidak terlalu banyak pertimbangan yang pada akhirnya bisa menghambat kemajuan itu sendiri. Terdengar seperti kalimat klasik yang agak basi. Tapi tetap saya pegang. Bahkan untuk memutuskan prioritas antara kebutuhan dan keinginan, saya masih memakai analogi ini :
 
Ketika kita berniat membuang barang-barang bekas, fokuslah pada  apa yang masih kita butuhkan. Jangan berlama-lama membuka-buka majalah lama dan membacanya kembali. Bayangkan jika tumpukannya setinggi satu meter. Kapan kita akan menyelesaikan ‘misi’ tersebut? Sama halnya ketika kita memiliki misi untuk ‘move-on’ dari sang mantan. Entah itu mantan pacar, mantan teman, mantan bos atau mantan musuh. Lupakan dan buang jauh-jauh semua citra mereka di masa lalu dalam pikiranmu. Everybody changed kalo kata lagunya Keane. Kata siapa perasaan dengan manusia tidak bisa disamakan dengan barang. Semua tergantung pada perspektif pribadi itu sendiri, dan hal yang paling penting ketika kita berhadapan dalam situasi sulit adalah, tidak ada yang tidak mungkin, dan tidak ada yang sia-sia.
Tenang saja, toh hati kita ini buatan Tuhan, bukan buatan Cina :D Hehe..

So,.. 5S for your daily life? Why not?


Wednesday, April 16, 2014

Buah Batok



Ada yang kenal sama yang namanya buah Kawis? Saya kenal dia pertama kali dengan sebutan buah Batok, dan justru saya pertama kali kenal nama Kawis dari keponakan saya. Bukan karena dia yang memperkenalkan nama buah Kawis itu, tetapi justeru Kawis adalah nama keponakan saya. Hal itu bikin saya langsung teringat kepala plontosnya setiap kali ada yang mengungkit buah Kawis. Hahaha.. :D 

Di Rembang, buah ini memang dikenal dengan nama Kawis, tapi di Aceh buah ini disebut buah Batok. Di Aceh buah ini digunakan sebagai bahan campuran bumbu rujak dan sirup. FYI, saya lahir di Aceh (pantesan ngga kenal Kawis, tapi Batok)

Namanya adalah buah Kawista. Buah ini (konon) berasal dari India kemudian menyebar ke daerah Asia termasuk Indonesia. Pohonnya termasuk langka karena di Indonesia sendiri sangat jarang ada yang membudidayakan Pohon Kawista. Mungkin karena pertumbuhannya yang sangat lambat, dari mulai menanam sampai bisa menikmati buahnya, diperlukan waktu sekitar 10 sampai 15 tahun. 

Kalau kata Wikipedia, buah Kawista ini punya nama latin Limonia acidissima syn. Feronia limonia. Masih ada kerabat sama jeruk-jerukan (untung bukan kerabatnya ‘cabe-cabean’ atau ‘terong-terongan’). LoL
Buahnya bisa diolah macam-macam, tapi saya baru pernah coba makan buah langsung dan minum sirupnya. Saya tidak pintar menerjemahkan soal rasa. Pokonya buah ini punya wangi dan rasa yang khas, yang bisa bikin ‘nagih’ dan ‘ngidam’ (seperti yang saya rasakan sekarang).

Mungkin bagi yang baru pertama kali melihat wujud buah Kawista ini, akan mengernyit dahi. “Apa iya ni buah bisa di konsumsi?” ya, kira-kira begitu komentar saya waktu lihat buah Kawista waktu kecil. Namanya juga buah Batok, kulitnya macam tempurung kelapa, keras sekali. Bagaimana mengupasnya? Dibanting. Ya!, Dibanting! Supaya pecah. Hahahahaha…. . Nah, sudah dibanting dan terbuka pun, saya masih sangsi bagian mana yang bisa dimakan. Dagingnya coklat kehitaman, banyak serabut-serabut dan bertabur biji-biji. Sekali lagi, saya tidak pintar menerjemahkan rasa. Pokonya saya suka. Ngangenin.

Masa sih ada buah yang ngga bermanfaat? Ya pasti ada manfaatnya lah. Kalau dikonsumsi sebagai sirup manfaatnya bikin hati senang, karena rasanya mirip-mirip cola tanpa soda. Merk sirup kawis yang saya tau cuman ‘Dewa Burung’. Mantap rasanya. Sebutannya The Cola Java. Nah, kalau buahnya dikonsumsi langsung, manfaatnya lebih banyak lagi. Dalam 100 gram daging buah Kawista ini mengadung 70-an gram air, 8 gram protein, 1.5 gram lemak, 7.5 gram karbohidrat, asam nitrat serta kalsium dan zat besi. Kata artikel, buah ini bisa bermanfaat untuk menurunkan panas, mengatasi mual-mual. Sedangkan kulit dari batang pohonnya bisa digunakan sebagai campuran ramuan jamu untuk mengatasi masalah haid yang berlebihan, meringankan penyakit gangguan hati, juga bisa untuk mengobati luka garukan akibat digigit serangga. 

Penasaran? Silahkan hunting buah atau sirupnya di daerah Rembang (Aceh kejauhan ya cyin?), karena di Jakarta bisa dipastikan sangat langka penjualnya. Happy Hunting! ;) 


Monday, April 14, 2014

Deactivated

You have confirmed your selection to deactivate your Facebook account. Remember, if you deactivate your account, your nine hundred and fifty-one friends on Facebook will no longer be able to keep in touch with you. A will miss you. B will miss you. X will miss you. Are you still sure you want to deactivate your account?
You have confirmed your selection to deactivate your account. Just something to keep in mind: if you deactivate your account, you’ll no longer have access to "Someone’s" photo albums. “Headshots.” You know, if you deactivate your Facebook account, you’ll never be able to see his photograph again, right?
You have confirmed your selection to deactivate your account. Hey, I just remembered—you know who else might miss you on Facebook? Your boyfriend. You know, the man you’ve been in a relationship with for almost a year? You’re tagged in his pictures? Yeah, He might miss you. Probably not a good idea to deactivate your account, huh?
You have confirmed your selection to deactivate your account. It’s funny. It’s just sitting in our storage banks. Who knows what happens when things get deactivated. Probably nothing, but do you really want to take that chance?
I think you accidentally confirmed your selection to deactivate your account again. Why don’t we go back a page and forget this ever happened? Free pass.
You know what your decision to deactivate your account is? It’s impulsive. Impulsive. And I think we both know how you come to regret impulsive decisions. Do I really need to remind you about Prau Mount Hiking last year?
Well, now you’ve really done it. You’ve confirmed your selection to deactivate your account yet again, like the complete imbecile you are.
Oh, and one last thing. You know who else is going to miss you if you deactivate your account? I am. I’m going to fucking miss you. I really thought we had something. And you think you can just end it with the click of your mouse. But what do I know? I’m just a social-media service to which you granted access to all of your personal details to without reading the fine print. But, in a way, I am you. And you are me. We are all one, man and social media, and, when viewed through the long macro-lens of time, we’re all equally insignificant. I’m going to deactivate now, and even though I’m afraid of what might happen after I’m deactivated, I really hope you’re happy with all of your decisions. I really do. Best of luck girl...See you..

You have successfully deactivated your Facebook account.


Illustration by Michael Kupperman.

Sunday, April 13, 2014

say no to anti-mainstream


selalu
setiap sedikit saja merasa terlalu dekat dengan sesuatu, maka ia akan hilang atau rusak
seperti sebuah default setting
atau mirip-mirip dengan konstanta
yang ketika telah masuk hitungan waktu tertentu
maka harus ter-restart dengan sendirinya
tak pernah sampai finish

maka ketika sudah begitu nyaman menggunakan ponsel yang kata orang-orang anti-mainstream
pada masa tertentu menemui saatnya untuk rusak

dan ketika sudah begitu nyaman menggunakan jeans yang kata orang-orang anti-mainstream
pada masa tertentu menemui saatnya untuk robek

begitu juga ketika begitu nyaman berhubungan dengan seseorang yang kata orang-orang anti-mainstream
pada masa tertentu menemui saatnya untuk ....

entah harus kunamai apa

maka mungkin ada baiknya tak terlalu menyamankan diri pada sesuatu
bergerak, acak, lepas, dan bebas tapi tidak anti-mainstream
mungkin tidak nyaman tapi bisa jadi lebih aman

untuk hati ini

Tuesday, April 8, 2014

sajak yang kamu tidak perlu tau


yang kamu tidak perlu tau
adalah ketika aku bertanya-tanya apakah ponselku rusak atau tidak
karena sejak beberapa hari yang lalu tidak ada ringtone yang berdentang darinya
tentu itu keterlaluan sepele untuk kuadukan padamu

yang kamu tidak perlu tau
salah satunya ketika aku galau harus konsultasi kemana tentang pekerjaanku
karena kemungkinan besar kamu sudah memiliki perkara yang sebelas dua belas
tentu semua pekerja mengalami hal yang serupa

yang kamu tidak perlu tau
barangkali waktu aku kewalahan menyusuri aspal demi mencapai tempat kerja dan kembali
tentu banyak orang-orang yang berjuang lebih keras dari apa yang kujalani
aku tau kamu percaya aku sanggup

yang kamu tidak perlu tau
diantaranya saat entah harus kubuang kemana sedih dan marah kecuali lantai kamar mandi
ya mungkin satu berbanding seratus orang yang memilih menyikat kamar mandi saat rapuh
tapi pasti kamu lebih senang jika aku melakukannya dibanding bunuh diri

yang kamu tidak perlu tau
mungkin ketika aku dilema berhadapan dengan pilihan hidup yang berat dan aku pilih kamu
karena hidup adalah proses yang terus menerus dengan pilihan yang tidak bisa menunggu
hanya Tuhan yang tau mana pilihan kita yang tepat

yang kamu tidak perlu tau
adalah segala hal yang kamu tidak ingin tau
karenanya kamu tidak pernah bertanya
dengan demikian aku tak perlu menjelaskan