Friday, July 25, 2014

Siap atau tidak siap


Karena waktu takkan mampu berpihak pada perasaan yang meragu
Maka jika kau berkata sedang menunggu waktu yang tepat
Jangan jadikan kalimat setengah janji itu menjadi kata-kata bersayap
Pastikan bahwa waktu yang kau tunggu bukan agar perasaanmu siap terbuka

Oh.. and.. by the way
Jangan buang waktuku yang siap
Untuk menunggumu yang tak mau siap

Wednesday, July 16, 2014

sepuluh detik


jika dua puluh empat jam dalam sehari
tujuh hari dalam satu minggu
dan empat-lima minggu dalam sebulan
masih terlalu sedikit untukmu
maka aku akan memohon pada Tuhan
agar sedikit saja berkenan
menjadikan tujuh puluh detik dalam satu menit
hingga kau sempat mengetik sebuah titik dua dan tutup kurung
dan mengirimkannya dengan pulsa seratus lima puluh rupiah
ke nomor ponselku
dalam waktu sepuluh detik saja

mereka yang mengamini doa-doaku
bahkan tidak pernah tau
harapan yang kupanjatkan
tidak lebih dari sekedar pupuk
yang disebar ke padang tandus
sekedar amin untuk pelipur lara

Sunday, June 22, 2014

Surat untuk Bintang


Kau begitu mengagumi Mataharimu itu rupanya
Tidakkah kau sadar Matahari tak diciptakan hanya untuk seorang?
Wahai Bintang
Kau menganguminya bahkan hingga kau lupa dirimupun Bintang
Yang sinarnya hanya akan tergilas Matahari dikala siang
Matahari diciptakan untuk dielu-elukan semua orang
Bukan untuk mendampingi bergandengan tangan
Tanpamu siang tetap dikuasai Matahari
Maka mengapakah tak kau bangun sinarmu sendiri?
Ayolah, engkau sang Bintang mampu bersinar tanpa Matahari
Ciptakan langit malam indahmu bersama Bulan
Jika sekali waktu kau merindukan Matahari
Tataplah pantulan cahayanya diwajah Rembulan
Biarkan semesta tau siapa engkau seutuhnya
Semesta mencintaimu Bintang


Thursday, June 19, 2014

Matahari, Bulan dan Gerhana


Dia bernama Matahari
Yang terbitnya mempesona dan begitu dinanti para pemburu
Yang tenggelamnya membawa kesan romantis dan begitu dramatis
Menerangimu kemana saja dan kapan saja
Begitu silau kecantikannya hingga takkan sanggup kau lihat lidah-lidah apinya
Ketidakhadirannya takkan pernah dipersalahkan
Kawanan awanlah yang jadi pelampiasan

Dia bernama Bulan
Hanya setiap selang dua minggu kau bisa menjumpainya bersinar penuh
Itupun jika awan mendung tidak bertamu
Tak semua orang sempat menatap keatas langit kala malam
Ia datang dan pergi tergantung kehendak Matahari
Dan ketika begitu dekat denganmu kau bahkan bisa melihat betapa buruk wajahnya
Dunia tau Bulan akan selamanya menjadi bayang-bayang sang Matahari

Ialah Gerhana
Jika salah satu dari mereka berkeras hadir dalam waktu yang bersamaan
Merusak kewajaran dan rutinitas alam
Maka Bulan ditakdirkan untuk dicintai para orang malam yang membicarakan terang
Yang mampu bersabar menunggu demi penampilan terbaik sang purnama
Sehingga Matahari diperuntukkan bagi mereka yang gemar terlihat
Yang percaya Mataharinya tak mungkin meredup tanpa ulah siapa

Friday, June 6, 2014


aku tak ingat waktu pernah memberiku janji untuk menjawab semua tanya dan masalahku
dia berjalan sendiri tanpa henti meski aku sempat beristirahat beberapa saat
adakalanya dunia lain yang tak bisa kupijak mengirimkan bayang-bayang menyerupai nyata
aku anggap saja itu bunga tidur yang tidak perlu kufikirkan berat-berat maknanya
tapi sesampainya disuatu masa makna bunga tidur itu menjadi semacam dejavu
sungguh aku tak berani mengaggap Tuhan memberiku anugerah sespesial itu
dan terlebih ketentuanNya tak boleh ada yang mendahului dengan dalih apapun
maka apa yang harus kuperbuat kini?
menunggu waktu bergulir menghantarkanku kepada kenyataan
atau mengambil arah dan langkah atas dasar sebuah mimpi tanpa garansi

ya Tuhan hamba butuh solusi...

Boleh Tanya?

Permisi...
Boleh Tanya?

Seandainya suatu hari kamu mendapatkan suatu hal yang kamu impi-impikan
Kira-kira siapa orang yang pertama kali akan kamu kasih tau?

Seandainya suatu hari kamu jatuh sakit dan sendirian
Kira-kira siapa orang yang akan kamu kabari?

Seandainya suatu hari kamu punya ide hebat dan ingin tercapai
Kira-kira siapa orang yang akan kamu bagi tentang hal itu?

Seandainya suatu hari kamu punya hari yang besar dan penting
Kira-kira dengan siapa kamu ingin merayakannya?

Tidak apa-apa kalau tidak berkenan menjawab
Saya toh sekedar bertanya
Karena saya tahu jawabannya jelas bukan saya
Sudah lama sekali saya tidak terima kabar dari siapa-siapa
Kecuali koran, radio dan televisi

Maaf ya,
Permisi..