Sunday, April 13, 2014

say no to anti-mainstream


selalu
setiap sedikit saja merasa terlalu dekat dengan sesuatu, maka ia akan hilang atau rusak
seperti sebuah default setting
atau mirip-mirip dengan konstanta
yang ketika telah masuk hitungan waktu tertentu
maka harus ter-restart dengan sendirinya
tak pernah sampai finish

maka ketika sudah begitu nyaman menggunakan ponsel yang kata orang-orang anti-mainstream
pada masa tertentu menemui saatnya untuk rusak

dan ketika sudah begitu nyaman menggunakan jeans yang kata orang-orang anti-mainstream
pada masa tertentu menemui saatnya untuk robek

begitu juga ketika begitu nyaman berhubungan dengan seseorang yang kata orang-orang anti-mainstream
pada masa tertentu menemui saatnya untuk ....

entah harus kunamai apa

maka mungkin ada baiknya tak terlalu menyamankan diri pada sesuatu
bergerak, acak, lepas, dan bebas tapi tidak anti-mainstream
mungkin tidak nyaman tapi bisa jadi lebih aman

untuk hati ini

Tuesday, April 8, 2014

sajak yang kamu tidak perlu tau


yang kamu tidak perlu tau
adalah ketika aku bertanya-tanya apakah ponselku rusak atau tidak
karena sejak beberapa hari yang lalu tidak ada ringtone yang berdentang darinya
tentu itu keterlaluan sepele untuk kuadukan padamu

yang kamu tidak perlu tau
salah satunya ketika aku galau harus konsultasi kemana tentang pekerjaanku
karena kemungkinan besar kamu sudah memiliki perkara yang sebelas dua belas
tentu semua pekerja mengalami hal yang serupa

yang kamu tidak perlu tau
barangkali waktu aku kewalahan menyusuri aspal demi mencapai tempat kerja dan kembali
tentu banyak orang-orang yang berjuang lebih keras dari apa yang kujalani
aku tau kamu percaya aku sanggup

yang kamu tidak perlu tau
diantaranya saat entah harus kubuang kemana sedih dan marah kecuali lantai kamar mandi
ya mungkin satu berbanding seratus orang yang memilih menyikat kamar mandi saat rapuh
tapi pasti kamu lebih senang jika aku melakukannya dibanding bunuh diri

yang kamu tidak perlu tau
mungkin ketika aku dilema berhadapan dengan pilihan hidup yang berat dan aku pilih kamu
karena hidup adalah proses yang terus menerus dengan pilihan yang tidak bisa menunggu
hanya Tuhan yang tau mana pilihan kita yang tepat

yang kamu tidak perlu tau
adalah segala hal yang kamu tidak ingin tau
karenanya kamu tidak pernah bertanya
dengan demikian aku tak perlu menjelaskan

Wednesday, December 18, 2013

karena selamanya

Takkan pernah menyesali tahunan waktu yang terlewat demi mengenali seseorang
Yang pada akhirnya bisa kupercaya untuk menemaniku seumur hidup
Apabila pada akhirnya tahunan waktu tidak tiba pada satu keputusan untuk bersatu

Maka berat atau tidak berat, akan kumulai lagi semuanya dari nol
Tak perlu merasa lelah dan tersia-sia
Di semua segmen selalu ada yang bisa disimpan untuk dipelajari dan dipahami untuk memperbaharui diri

Sakit atau tidak sakit, terpuruk atau tidak terpuruk hanyalah fase-fase
Tapi memulai lagi semuanya dengan lapang jiwa adalah pilihan

Karena selamanya... bukanlah waktu yang sebentar

Saturday, November 16, 2013

tentu saja


aku hampir lupa
bahwa baru saja menemukanmu kemarin
ketika malam menjelang pagi
dan ketika itu sedang mengejar waktu
keberadaanmu menjadi penenangku
sementara kaupun bahkan hadir baru saja
maka bagaimana bisa

aku hampir lupa
bahwa kita bersama baru lewat satu purnama
mengapa terasa begitu satu dan bersenyawa
bersamamu aku merasa begitu lengkap
tak perlu mengada-ada
dan bagaimana mungkin aku begitu percaya
oh,..bagaimana bisa

aku hampir lupa
bahwa lebih dari lusinan harapan tersia-sia
dan padamu tak ragu kusandarkan harapan terbaikku
begitu yakin  hingga kubuang kehati-hatian
yakin waktu takkan mengulurku lebih lama lagi
demikian mantap hatiku berharap
oh,..bagaimana bisa

aku hampir lupa
bahwa semua ini bisa karena rencanaNya
dan takkan ada rencana yang tak sempurna
aku bahagia engkau yang dikirim untukku
yang tak bisa kujabarkan bagaimana aku mengagumimu
aku percaya kita untuk selamanya
Tuhan selalu bisa..

Thursday, October 31, 2013

absurditas rasa


ada yang tak beres dalam sistem di otakku
atau mungkin barangkali bukan otakku
tapi hatiku
yang membuatku melihat wajahmu disemua tempat
mendengar suaramu di setiap waktu
dan membuat kacau jadwal tidurku
padahal kamu tidak sedang denganku

tidak
aku tidak akan menyalahkanmu
hanya saja kekacauan ini keterlaluan
seperti gravitasi yang tak mengacu bumi
hal-hal tidak berjalan pada jalurnya
dan pastinya tak bisa dijabarkan logika

harus serumit itukah jika aku suka padamu
tentu repot jika yang naksir kamu itu sebuah pesawat
hilang navigasinya dan kacau berputar di udara
tolong lakukan sesuatu untuk menormalkanku
aku ingin menyukaimu sesederhana mungkin

pasti kau mau bilang aku berlebihan
siapa yang tidak berlebihan saat sedang jatuh cinta
dua, tiga, empat kali merasa pun tetap lebay adanya
mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan
tapi sekali lagi tolong lakukan sesuatu untuk menormalkanku

mungkin dengan menatap mataku
boleh juga dengan senyum padaku
kira-kira ada jutaan scene seperti itu di pikiranku
menari-nari mempermainkan harapan-harapan
tidakkah satu kali saja kau mempertimbangkanku

semoga kau cepat menyudahi mantra-mantraku itu
menyerdehanakan interpretasi cinta sesuai kadarnya
aku berjanji akan baik-baik saja hingga saat itu tiba
harap maklum atas perasaanku yang tak biasa
semoga suatu saat kau akan menyadari dan memahaminya

Wednesday, October 23, 2013

ein Brief an Sie


apa yang sedang kau pikirkan?
bertanya, dimana letak tiang-tiang penyangga langit?
bertanya, bagaimana rasanya menyentuh awan?
atau bertanya, mengapa kekasihku direbut orang?

tak ada yang bisa bersembunyi dibalik anyir luka
bahkan langit tak bisa berbohong kala hujan kan menjelang
begitu pun sinar matamu
lantas siapa yang akan kau persalahkan atas pertemuan kita?

air matamu selalu akan ada ditempatnya
kecuali kau ingin aku memilikinya
kau tau persis bagaimana cara menyimpannya
kecuali hingga tiba saat kau kehilangan logika

begitu juga yang terjadi pada kekasihmu

ketika logikamu tak bekerja
kau tak akan paham mengapa ia meninggalkanmu
jika ada orang yang akan kau persalahkan
maka satu-satunya orang itu adalah aku

hah, bolehkah aku mengkhawatirkamu?
manakala diamku tetap menjadi pedang untukmu
maka satu-satunya pilihan adalah menghilang dibalik ekor matamu
hijrah ke balik dinding kehidupanmu

hentikan pertanyaan-pertanyaan retoris itu
sebuah nama tak akan berarti banyak jika kau tak berlebihan memaknainya
hentikan berpikir apapun tentangku
semua hal ini adalah tentang dirimu sendiri

beri waktu untuk dirimu mengurai fakta
berhenti bermain-main dengan pikiranmu
percayalah waktu akan mendewasakannmu
menyembuhkan luka-luka anyir yang kecil

kelak kau kan dewasa..
berjanjilah untuk tidak mencariku

"Ich werde mich nicht entschuldigen,
Ich frage, die Sie nicht für mich zu suchen"


Tuesday, September 24, 2013

surat untuk ibu


banyak yang tidak tahu
atau bahkan hanya kami yang tahu
aku dan ibu

dulu...
mungkin sudah 20 tahun yang lalu
kami sangat suka berkirim surat
ya! surat
kami tidak terpisah jarak
kami tinggal satu atap
hanya berbeda kamar tidur
setiap hari kami bercengkrama
bersenda gurau
dan kadang-kadang berselisih

baru sekarang ini aku ingat
kami suka bertukar surat
dan itu tidak terjadi pada ibu-anak yang lain
yang tinggal dalam satu rumah
..... ya....dan...
sekarang aku mengerti mengapa

aku yang memulainya
karena aku kesulitan menyampaikan apa-apa
dan aku menyadari itu terjadi hingga sekarang
aku sulit untuk berbicara langsung

kadang dalam surat aku hanya menulis cerita
apa-apa yang kualami saja
atau kadang aku sampaikan permintaanku
yang ku ingat aku jarang sampaikan maaf dan terima kasihku
kutulis pakai kertas yang aku robek dari buku tulis sekolah
aku masukkan ke dalam amplop
dan aku selipkan di bawah pintu kamarnya

aku tak ingin mengintip kapan ibu membalasnya
aku hanya tunggu kapan amplop balasan ibu muncul dibawah pintu kamarku
tulisan ibu rapih
cantik sekali
beberapa kali aku belajar meniru tulisan ibu
tulisan ibu selalu membuat aku tersenyum
apapun isi balasan suratnya
aku selalu suka menerimanya

entah kemana rimbanya surat-surat itu
setahuku ibu menyimpannya semua
tapi aku tak pernah lagi tahu mereka dimana
sejak ibu tiada

aku rindu berkirim surat
mungkin tak bisa lagi dengan ibu
tapi tak apa dengan  siapa saja
aku ingin menulis tangan
dengan ingatan
dengan hati
dengan sabar

karena aku...
sedang merindukan ibu