Thursday, January 12, 2012

Hujan


Hujan selalu bisa menebarkan aroma yang ajaib,
Yang tak bisa direkayasa
Ada sensasi yang menyedot waktu,
Ketika Ia datang mencium bumi
Dan semesta serentak bicara dalam individualitas
Hujan telah turun!
Tidak demikian pada matahari yang terbit
Yang rutin,..tidak menarik perhatian
Karena wujud kemanusiawiannya, 
Sendu lebih banyak merekrut penganut
Meski pelangi yang melengkung setelahnya,
Bukan lagi lambang kesenduan
Tapi daya magisnya menyerap jiwa melankolis 
Untuk memuja kehadirannya
Bagaimanapun, ritme hujan yang eksotis
Dan segala yang menyertainya
Membuat jiwa yang rindu,
Sedikit terbasuh dari hausnya

Monday, December 12, 2011

The first readiness

Asyik bermain dengan tanggal akhir-akhir ini,
menimbulkan pertanyaan dalam pikiranku
Sepenting itukah status sebuah tanggal?
Sebuah pertanyaan "Kapan" menjadi suatu hal yang bukan lagi istimewa 
Aku percaya ada makna lain di baliknya yang lebih dalam dan lebih masuk akal
Kuakui pada awalnya aku bertumpu pada tanggal-tanggal itu untuk menetapkan target-target 

Tapi pada akhirnya aku merasa hanya ego yang bermain didalamnya
Untuk apa memaksakan hal terjadi dalam ketidaksiapan
Yang kubutuhkan adalah keutuhan rencana-rencana indah dari Tuhan
Selaksa pelangi yang terbentuk pada saat yang tepat
Juga mutiara yang tak bisa terbentuk istimewa tanpa waktu yang cukup
Proses bertemu tak bisa dilakukan sendirian,
maka tak hanya dibutuhkan seorang aku untuk mempunyai keinginan yang sama
Pelan-pelan..
Apapun hasil akhirnya
Semua akan bersenyawa dengan baik

Sunday, December 11, 2011

it must be..

Eyes that look at you do not have all been fed enough. 
Sometimes they look at you as if to devour you whole.
While they're cut you in mind,
but his lips draping garland around your neck.
Look directly into his eyes, then he will stutter.
Nine hundred and ninety-nine of 1001 people, live like that. 
Hypocrites.
Two people who want to get out of that vicious circle, it must be 
Me.. and.. You..

Friday, November 4, 2011

Oncom & Combro

Aku menemukannya jauh dari rumah
Ketika itu dia tersenyum didekatku
Bukan kepadaku
Tapi cukup dekat
Senyumnya membuatku tersenyum
Sementara yang membuat ia tersenyum kala itu adalah
Perkara Oncom dan Combro :)
Maka sejak saat itu Oncom dan Combro
juga membuatku tersenyum
Senyum karna teringatkan senyumnya

Pria yang kucintai ini adalah
Salah satu makhluk langka di spesiesnya
Jika kau menjadi kekasihnya
Kau akan mengerti apa yang kumaksud
Karena semua ketakjubanku adalah rasa
Bukan untaian kata-kata sepanjang tembok cina
Sementara aku adalah wanita homogen
Yang untungnya, baru kali ini dia temukan
Puji Tuhan kami terpisahkan jarak
Didalamnya banyak pelajaran bagi kami

Cara-cara norak akan kandas ditelan jarak
Maka kami memikirkan cara yang elegan ^,^
Dimana hati kami bertaut dalam media doa
Dan bergantung pada Tuhan sebagai mediator
Sekaligus Mak Comblang kami
Semoga suatu hari kami tak terpisah lagi
Meski kami berbeda pribadi
Layaknya pasangan, kami belajar menyatukan visi
Saemet Parutan Singkong dengan Oncom sebagai isi

Semua orang tau, mereka serasi ;p




Salam Combro!! Ouyeahh.. ;D

Saturday, October 29, 2011

3 simple words you should to hear

Don't ask me what is your mistake
You don't have to offering anything
It's only an ethics you want to show off
Don't ever you dare to steal my respect
The only one I need you to do is GO
I just don't like anything about you

and this is..
Three simple words you should hear from me
I Love Hate You!

Wednesday, October 26, 2011

Berasku

Andai yang kupunya hanya beras (masalah)
Yang bertambah sedikit demi sedikit setiap harinya
Jika aku bodoh tak akan ada gunanya
Sekalipun kau punya lumbung yang luas
Kau takkan mau biarkan kutu menikmatinya
Dua cara untuk menanganinya
Menjual (lari) atau mengolah (hadapi)
Kalau kau jadi aku, pilih yang mana?
Menjual membuatmu punya uang (rasa senang)
Jika kau bodoh uang itu akan menjelma jadi hutang
Kau tetap akan menanggung sesuatu
Aku putuskan untuk mengolahnya saja
Aku lapar, dan pasti akan lapar lagi
Berasnya sekarang cukup banyak
Takkan kuolah sekaligus
Tapi tak apa bila kumasak lebih untuk tetangga
Tapi bagaimana bila aku lapar dan bodoh?
Tolong ajari aku bagaimana mengolah beras
Aku tau nasi itu akan mengenyangkanku
Jika kau mau, ambillah sebagai upah
Atau bahkan kapanpun ketika kau lapar
Selama padi masih berasal dari bumi
Dan kau percaya pada Tuhanmu
Peliharalah lumbungmu
Niscaya kan selalu terisi sesuai kebutuhanmu

Monday, October 24, 2011