Friday, November 21, 2014
Dialog
Saya perempuan jenis ini
Yang sering menangis tanpa sebab minimal sekali dalam sebulan
Kesal pada semua orang tanpa alasan jelas
Dan merasa kesepian dan tak ada yang mengerti saya
Namun pada akhirnya saya mengerti
Kenyataannya tidak sedramatis perasaan saya
Itu hanya masalah siklus bulanan
Premenstruasi membuat makhluk bernama perempuan tiba-tiba menjadi unik
Cukup halus dibanding harus menyebutnya aneh
Namun kali ini perasaan aneh itu berbeda
Saya tidak merasa kesepian
Hanya tidak tau pembenaran apa yang harus saya pakai untuk menangis
Dan tidak tau bagaimana caranya melampiaskan marah pada diri sendiri
Sungguh ini tak semudah meluapkan emosi pada orang lain
Sama sulitnya dengan memaafkan diri sendiri dibanding orang lain
Aku percaya solusinya tidak ada dalam teori kebatinan
Yang ada hanyalah nasehat nasehat buah dari pengalaman
Sementara pengalaman adalah tentang percobaan perbaikan masalah
Maka, apapun nasehatnya tak akan bekerja jika tidak dicoba
Mungkin bisa dimulai dari berdialog dengan diri sendiri
Tanpa perlu nada bicara emosi berintonasi tinggi
Biasanya cara-cara begini manjur dalam proses mediasi
Bertukar pikiran dalam tenang dan bicara dari hati ke hati
Mengakui kesalahan masing-masing
Dilanjutkan sedikit negosiasi dan membuat beberapa perjanjian
Tak ada yang pernah tau isi hati orang yang berkata telah memaafkan
Namun orang dulu selalu berkata, waktu akan menjawab segalanya
Saturday, November 8, 2014
Pilihan
halaman putih itu memanggilku
mulai bertanya dan memintaku menjawab
maka kubuatkan jawaban yang menenangkan
dengan mengesampingkan segala keapatisan
ini bukan masalah siapa lebih berhak
waktu terus berjalan tanpa pengaruh apa
jalankan dengan keyakinan
tinggalkan jika ada keraguan
hidup tak seperti bermain dadu
tak ada yang boleh dipertaruhkan
segalanya harus diperjuangkan
sekalipun telah menyentuh kegagalan
aku tlah menentukan pilihan
kau tlah menentukan pilihan
mari kita utarakan pelan-pelan
segala yang dimulai sepatutnya diselesaikan
Subscribe to:
Comments (Atom)