Tuesday, September 24, 2013
surat untuk ibu
banyak yang tidak tahu
atau bahkan hanya kami yang tahu
aku dan ibu
dulu...
mungkin sudah 20 tahun yang lalu
kami sangat suka berkirim surat
ya! surat
kami tidak terpisah jarak
kami tinggal satu atap
hanya berbeda kamar tidur
setiap hari kami bercengkrama
bersenda gurau
dan kadang-kadang berselisih
baru sekarang ini aku ingat
kami suka bertukar surat
dan itu tidak terjadi pada ibu-anak yang lain
yang tinggal dalam satu rumah
..... ya....dan...
sekarang aku mengerti mengapa
aku yang memulainya
karena aku kesulitan menyampaikan apa-apa
dan aku menyadari itu terjadi hingga sekarang
aku sulit untuk berbicara langsung
kadang dalam surat aku hanya menulis cerita
apa-apa yang kualami saja
atau kadang aku sampaikan permintaanku
yang ku ingat aku jarang sampaikan maaf dan terima kasihku
kutulis pakai kertas yang aku robek dari buku tulis sekolah
aku masukkan ke dalam amplop
dan aku selipkan di bawah pintu kamarnya
aku tak ingin mengintip kapan ibu membalasnya
aku hanya tunggu kapan amplop balasan ibu muncul dibawah pintu kamarku
tulisan ibu rapih
cantik sekali
beberapa kali aku belajar meniru tulisan ibu
tulisan ibu selalu membuat aku tersenyum
apapun isi balasan suratnya
aku selalu suka menerimanya
entah kemana rimbanya surat-surat itu
setahuku ibu menyimpannya semua
tapi aku tak pernah lagi tahu mereka dimana
sejak ibu tiada
aku rindu berkirim surat
mungkin tak bisa lagi dengan ibu
tapi tak apa dengan siapa saja
aku ingin menulis tangan
dengan ingatan
dengan hati
dengan sabar
karena aku...
sedang merindukan ibu
Subscribe to:
Comments (Atom)